PHTulungagung, Lama tidak menunjukan tulisanya, bukan berarti kami vacum didalam melanjutkan project Rider Kartini, kami masih melihat dari jauh, efek social media dan efek dari eksplorasi kita, diwilayah wilayah destinasi wisata yang dulunya sengaja kita bangun dan ramaikan dengan mengunggah foto-foto yang bernilai estetis kedalam social media, bermula pada tempat yang sepi tanpa pengunjung, bahkan banyak orang mengatakan tempat tersebut adalah tempat angker, 3 tahun kita mengawali semua itu dengan susah payah, menanamkan pendidikan wisata didalam warga/masyarakat sekitarnya, membangun opini-opini positif yang dahulu juga terkenal sebagai tempat mesum dan tempat bersembunyinya orang-orang yang suka mengkonsumsi minuman keras.
Kini dengan Kabar yang mengejutkan, setelah kian lama kami tidak mengunjungi secara rutin seperti dahulu, kami berusaha menahan diri untuk hanya melihat dari kejauhan saja, perkembangan demi perkembangan, meski kami jarang kesana tetapi kami terus memantau karena wujud dari kepedulian kami selama ini yang turut ikut membangun sedemikian rupa tatanan zona wisata, sebut saja pantai sine, yang dahulu hanya dikenal dengan TPI yang gagal digunakan karena letak (lokasi) TPI tidak memenuhi standart untuk bersandarnya kapal dipantai sine.
Sekarang, Hutan Cemara yang dahulunya tidak banyak orang tahu, bahkan untuk menuju kesanapun mereka masih mengandalkan foto kami yang kami unggah di social media, tak banyak juga warga yang tahu lokasi foto yang kami tangkap, karena merekapun hampir tidak pernah melihat lokasi itu, hingga pengunjung juga harus mencari-cari jalan menuju Hutan Cemara tersebut, Hingga suatu hari lalu kami ber inisiatif untuk membuat petunjuk arah sederhana dari kayu yang kami tuliskan arah Hutan Cemara.
Tidak Hanya Hutan Cemara saja, ada muara sungai yang dimana warga sering sekali menyebutnya SONG BAJOEL yang artinya muara sungai yang banyak buayanya, sekarangpun juga menjadi tempat yang sangat ramai dikunjungi, meski perubahan nama kepada kedua tempat itu karena efek kekinian social media, kamipun sempat kecewa dengan pengenalan nama tersebut, Hutan Cemara yang kini menjadi Cemoro Sewu, dan SONG BAJOEL yang mempunyai arti sejarah ditempat itu menjadi Danau Cinta, tapi kami sengaja diam dan melihat perubahan-perubahan yang mereka buat.
Meski menarik perhatian pengunjung nama kekinian tersbut sungguh lari dari nilai sejarah yang sesungguhnya, mungkin itu adalah contoh mengapa Sejarah dinegara ini bisa diplintat plintutkan, karena dari generasi ke generasi, selalu ada perubahan yang mungkin tidak sesuai dengan fakta sejarahnya, untuk itu kami sengaja menuliskan beberapa bait cerita yang kami susun sesuai dengan fakta lapangan dan kegiatan kita yang telah berjalan mulai Hutan Cemara (Cemoro Sewu) Sepi Hingga Ramai Seperti Sekarang.
Untuk itu kami sengaja sebagai generasi muda yang hendaknya terus memantau, dan melihat dinamika yang sedang terjadi dihadapan masyarakat.
Pantau terus Time Line Paguyuban Honda Tulungagung
PHTulungagung, Ramadhan telah dipenghujung waktu, Kegiatan demi kegiatan telah dilakukan, Mulai Kegiatan Berbagi Hingga Kegiatan Lain yang bertemakan Ramadhan ditahun 2017 ini, Mulai dari Konser Ramadhan yang diselenggarakan Bikers Musisi dengan Divisi Kesenian pada Paguyuban Honda Tulungagung, yang telah sukses menuai banyak pujian oleh semua Member dan Kalangan Umum Masyarakat yang hadir disana, dan Juga tidak lupa Divisi Social Lingkungan Hidup yang terus bekerja keras untuk berjalanya kegiatan Sosial didalam Paguyuban Honda Tulungagung, Mulai Kegiatan Berbagi Takjil diseluruh Lokasi Pelosok-Pelosok Tulungagung Hingga Kegiatan Ride and Share to Sahur telah mendapat apresiasi yang sangat luar biasa dari para peserta atau member-member club didalam Paguyuban Honda Tulungagung.
Sekarang Giliran Kolabirasi Divisi yang akan mencoba bekerja sesuai kapasitas dan tupoksi yang telah dibentuk diawal kepengurusan tahun ini, yang pada tahun lalu tidak ada divisi semacam ini, namum pioner-pioner ditahun kemarin merasa lebih terorganisir dengan adanya Divisi ini, Jika Kemarin ada Bagian Sejarah Budaya yang tidak dimasukan Divisi, pada tahun ini Divisi yang dibentuk dan digagas oleh Ketua Baru Paguyuban Honda Tulungagung ini telah disempurnakan menjadi Divisi Pendidikan, Sejarah dan Budaya, dimana Bagian-Bagian tersebut didalam suatu kegiatan pasti tidak luput jauh dari komunikasi yang apik, untuk suksesnya suatu kegiatan.
Tidak Hanya Pendidikan Sejarah dan Budaya, Kali ini Bentukan Divisi untuk Kepengurusan ini sungguh sangat tidak main-main, ada pula yang dulunya tidak ada Divisinya, dengan Kegiatan yang Luar Biasa tanpa bisa diragukan lagi, Sukses dizona Pariwisata, membuat Kepengurusan baru ini dibentuk Divisi, yaitu Divisi Kepariwisataan, yaps... mereka adalah Pioner-Pioner yang siap menelurkan banyak kegiatan yang bermuatan Positif, bagaimana tidak... Mereka adalah orang-Orang Luar biasa yang telah terbukti membawa Nama Paguyuban Honda Tulungagung hingga sampai saat ini.
Ramadhan kali ini, bukan suatu alasan untuk bermalas-malasan dan tidak mengadakan kegiatan yang ekstra, para penggagas penggagas ini telah merencanakan sesuatu, disela kesibukanya sebagai Bikers dengan berbagai kesibukan didunia kerjanya, para Bikers-Bikers ini kabarnya akan mengadakan Kegiatan yang bersinggungan langsung dengan anak-anak, saat Kami dari Divisi IT wawancara dan mengikuti gelaran rapat yang terus dikebut, kegiatan ini bertemakan Jambore Ramadhan - Bikers Junior, dengan maksud Berkumpulnya Bikers dan Anak-Anak dibulan Ramadhan 2017 kali ini.
Konsep Berkumpul seperti apa yang mereka rencanakan, ternyata sedikir membuat penasaran para admin IT yang terus mengikuti gerak cepat para inisiator-inisiator hebat ini, Mereka akan mengumpulkan anak-anak untuk diajak bermain dan bersenang-senang dengan para bikers yang tentunya mempunyai ide dan gagasan istimewa untuk acara yang bertemakan anak-anak ini, dikarenakan kegiatan ini tidak ada pendanaan sepeserpun uang, kami para bikers Honda Tulungagung berinisiatif untuk patungan agar kegiatan dan rencana yang telah dipersiapkan bisa berjalan dengan baik, mulai dari doorprize, lokasi yang kebetulan adalah tempat dimana teman-teman bikers sering gunakan untuk diskusi, mereka menamai SAUNG EKSPEDISI HANTU, yang dikenal masyarakat dengan sebutan SAUNG GAYATRI, dan juga perlengkapan lainya seperti sound system dan juga pernik event seperti banner dan backdrop.
Sungguh betapa istimewanya para bikers Honda Tulungagung ini yang telah suka rela dengan kemurahan hati dan kemauanya untuk terus berkembang dan dikenal masyarakat, agar Citra para Bikers Honda Tulungagung tidak tercoreng dengan Bikers-Bikers yang lain yang masih menggunakan azas kegiatan negatif disaat berkumpul disuatu tempat, mereka cetuskan dengan kegiatan-kegiatan positif yang tentunya akan berat mereka lalui, karena 100% saat ini Paguyuban Honda Tulungagung sama sekali tidak memiliki uang KAS untuk kegiatan kegiatan macam tersebut, dengan sosok kharismatik dari Ketua Umum 2017-2019 nya yang terus memberikan doktrin hingga motivasi agar kita selalu menjunjung tinggi kegiatan positif didalam dunia perbikers'an di tulungagung, dan "dengan usaha kita tangan kita sendiri, karya kita akan lebih berharga" begitu kutipan wawancara kami dengan Ketua beru Paguyuban Honda Tulungagung.
Jambore Ramadhan Bikers Junior 2017 yang telah digelar oleh Bikers Honda diSAUNG GAYATRI ini diwarnai dengan kegiatan Lomba Doa- dan Surat-Sura Pendek Oleh anak-anak, selain Lomba Menghafal Surat Pendek dan Doa, Anak - Anak ini juga dijenguk oleh patner setia Paguyuban Honda Tulungagung, yaitu BNN Kabupaten Tulungagung, yang pada hari itu juga datang dan mengisi kegiatan Jambore Ramadhan Bikers Junior 2017 ini, BNN Kabupaten Tulungagung juga menyisipkan Dongeng tentang Bahaya Narkoba dan Memberikan Pengarahan untuk anak-anak agar tidak mudah menerima pemberian dari orang - orang yang tidak dikenal, dan BNN Kabupaten juga terus memberikan Himbauan kepada anak-anak agar terus berhati-hati disetiap hari diluar kontrol orang tua.
Tidak Hanya Kegiatan itu saja, Ternyata Ketua Paguyuban Honda Tulungagung yang dengan background dibelakang layarpun ikut tampil untuk memberikan Dongeng yang berkaitan dengan Safety Riding, sungguh sangat mengejutkan, kali kedua ini Ketua Paguyuban Honda Tulungagung menyulap anak-anak yang awalnya belum kenal sama sekali, karena cenderung dibelakang layar, namun dengan seketika, ketika Mengawali Dongengnya, Sebut saja Yoga (26) Ketua Umum Paguyuban Honda Tulungagung langsung akrab dengan anak-anak yang ada diSAUNG GAYATRI saat itu, seketika suasana langsung mencair dan anak-anakpun sangat senang dan tertarik dengan materi dongeng yang disajikan, Mulai dari Pentingnya Pemakaian Helm, Yoga (26) menekankan kepada anak-anak bahwa Pemakaian Helm itu bukan karena Pak Polisi, Namun Demi Keselamatan Kita Semua, Selain Helm Pemakaian Jaket dan Sepatu juga ditekankan kepada anak-anak dengan Cerita Versi Dongeng yang disajikan pada waktu itu, saat kami wawancara kutipan dari Ketua Paguyuban Honda Tulunaggung ini adalah, "Meskipun anak-anak ini belum waktunya untuk berkendara, Minimal Mereka Berani untuk menegur dan mengingatkan Orang Tua dan Kakak-Kakanya ketika akan Berkendara, Selain itu Pendidikan Sejak dini lebih sangat efektif, karena di usia anak-anak mereka lebih mudah untuk diberikan tulisan didalam benak atau fikiranya untuk selalu menjaga keselamatan didalam berkendara". Setelah Dongeng digelar, ternyata belum vukup sampai disitu, Bikers-Bikers Honda Tulungagung juga telah menyiapkan games, untuk bermain bersama dengan teman-teman Bikers Lainya... Penasaran dengan Kegiatanya, Saksikan Video dibawah ini.
Pantau terus Time Line Paguyuban Honda Tulungagung
PHTulungagung, Sesuatu yang kami Impikan kini terwujud dengan Indahnya Kolaborasi
Lintas Komunitas yang Peduli akan Kota Kita Tercinta Tulungagung,
Memegang Prinsip Kegagalan adalah Suatu Kesuksesan yang tertunda, dan
Masalah adalah Kerikil dari Suatu Perjalanan Kami, Kami Terus Berjuang
dan Terus Berjuang Untuk Perjalanan Kami yang kami Tuliskan dalam Jejak
Rider Kartini Tulungagung, Perjalanan yang kami inginkan adalah
Perjalanan yang menuai makna didalam Kehidupan Bermasyarakat, Membangun Generasi Muda yang lebih berkualitas, Peduli akan Lingkungan juga Pendidikan yang sangat membuat miris ketika kita ketahui.
Minggu 26 Juni 2016, bertepatan dengan Hari Anti Narkoba Internasional
(HANI) kami dengan dibantu oleh beberapa Pihak yang memang tidak
diragukan lagi kepedulianya, membantu misi kami untuk memberikan
semangat kepada generasi Muda, agar tetap terus menjaga semangat dan
meningkatkan kualitas tahap demi tahap, Kami Beserta Relawan dari
Beberapa Komunitas Motor, Juga Team Ekspedisi HANTU, Paguyuban Honda
Tulungagung, BNNK, POKDARWIS SENDANG, Komunitas Costplay Tulungagung,
dan Warga Masyarakat Dusun Dadapan Kecamatan Boyolangu, Relawan Gerakan
Literasi, dan masih banyak lagi yang dengan Personal Turut Membantu
Kegiatan kami terwujud.
Kegiatan ini diawali dengan Menyisipkan
Pengetahuan tentang apa itu Narkoba, Bahaya Narkoba Hingga Kewaspadaan
Anak-Anak Untuk Berhati-hati dalam Segala Bentuk Makanan dan Minuman
yang mereka tidak kenali disaat tidak dalam pantauan Orang Tua, Disela
Kegiatan kita juga menyisipkan kepada Peserta yang hadir untuk lebih
Giat Membaca untuk terus belajar dan belajar.
Lebih dari 30
Peserta yang Hadir pada hari itu, mereka berduyun-duyun Hingga Memenuhi
Saung Ekspedisi HANTU yang terletak disebelah Barat Candi Gayatri ini,
sungguh sangat tidak terduga dengan target kita yang dengan sedikit
peserta namun antusias warga Boyolangu yang sangat besar, mereka datang
dan mengikuti acara yang kami persiapkan, mulai dari lomba mewarnai, Fun
Games dari POKDARWIS SENDANG, Sampai Sesi Terahir Pengenalan
Peninggalan Bersejarah sejak dini kepada Anak-Anak.
Saung
Ekspedisi HANTU ini terbentuk dari Kepala RW Dusun Dadapan yang dengan
perjuanganya dari Tahun 2012 hingga sekarang kami tetap menjalin
kerjasama dengan Beliau, Sungguh sangat istimewa dari tahun ke tahun
terjalin komunikasi dan bermunculan ide ide yang bertahap direalisasikan
kedalam saung tersebut. Suasana Gerimis, Mendung tidak
menyulutkan semangat kami untuk tetap melanjutkan kegiatan, Lebih dari
35 Relawan yang sangat antusias didalam kegiatan ini, dari berbagai
daerah mereka datang untuk menyemangati adik-adik kita yang memang
dipersiapkan untuk generasi muda dengan semangat juang serta kepedulian
sesama, dan tentunya Bebas dari Narkoba, Cuaca yang sangat mendukung
ketika kita melaksanakan kegiatan permainan untuk adik-adik peserta,
Pantau terus Time Line Paguyuban Honda Tulungagung
PHTulungagung, Berbekal kemauan dan semangat untuk belajar, Para Ladys Biker yang tergabung dalam Jejak Rider Kartini tiada henti untuk Memaknai suatu Perjalanan yang bertujuan untuk Mengangkat Sisi Kewanitaan dengan Semangat Juang yang tidak mengenal lelah, Sepertihalnya yang dilakoni Oleh Ladys Biker yang tergabung dalam Jejak Rider Kartini Tulungagung ini.
Perjuanganya Untuk Mengusung dan Memperbaiki Pendidikan tidak lantas mudah dan segampang yang direncanakan, Memasukan Virus Positif di Zona Pesisir Selatan (Pantai Selatan) juga memerlukan perjuangan yang ekstra keras dalam Menebar Kesadaran para masyarakat untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Area Tertinggal Seperti Pantai Sine Tulungagung ini.
Lebih dari satu tahun ini, Para Ladys Bikers Tulungagung yang tergabung dalam Jejak Rider Kartini Tulungagung ini aktif ke dua Titik Fokus yang ditargetkan Menyusupkan Virus Perbaikan Pendidikan dizona Tepian Tulungagung, dipantai Sine yang sudah menampakkan Sedikit Perubahan terhadap Pola Fikir juga Perilaku Warga Pesisir Pantai Sine, namun tidak berhenti disitu saja dari beberapa perjuangan ada pula beberapa tantangan lain, sepertihalnya pola pikir negatif yang tertanam pada beberapa yang sudah senior dan mempunyai karakter kawakan didaerah tersebut, ditambah bulan ini merekapun menerima musibah yang sebenarnya sudah biasa mereka alami ditiap tahun, namun ditahun ini Ombak Pasang Laut memang lebih tinggi dan Melebar ke Pemukiman Warga.
Beberapa waktu lalu Para Rider Kartini Tulungagung dengan berbekal alat seadanya dan penyemangat mereka yang selalu mendorong untuk berlatih mandiri dan memberikan paparan tentang betapa kuatnya Sosok Kartini yang berjuang untuk Pendidikan juga Martabat Wanita dinegara ini, merekapun juga dengan senang hati melakoni semua, dengan dalih belajar bersama, Menguasai Teknik Fotografi hingga kedalam tingkatan dunia jurnalis, mereka belajar dan terus belajar dengan alat seadanya dan juga kemampuan yang minim, namun jangan pernah diremehkan dengan mereka yang penuh semangat jangan sampai para Ladys Biker di Tulungagung yang belum tergabung dalam Jejak Rider Kartini Tulungagung Berkecil hati dan Minder.
Para Jajaran Rider Kartini Tulungagung ini dengan sangat terbuka untuk ladys bikers lainya untuk bergabung dan belajar Bersama.
Pantau terus Time Line Paguyuban Honda Tulungagung
PHTulungagung, Bersamaan dengan Jadwal Kunjung Jejak Rider Kartini Tulungagung, Kami Keluarga Paguyuban Honda Tulungagung Ikut Berkunjung dan Mengeksplore Destinasi Wisata di Tulungagung, Yaa Meski di Target awal kita Menargetkan Air Terjun Tunjung Biru, Namun karena Kendala Cuaca dan Medan yang kurang bersahabat sehingga kami berbelok arah ke tempat yang juga istimewa, wisatawanpun banyak berkunjung di lokasi ini, Sebut Saja Telaga Aqua, Telaga ini Memiliki air yang sangat segar lebih segar dari air mineral, Sumber air Pegunungan ini sungguh sangat mempesona, selama perjalanan kami disuguhkan pemandangan pemandangan khas pegunungan, terasering, pohon-pohon hijau dan melewati jalur yang sangat ekstrim, mulai dari tikungan, tanjakan, sampai ke jalan makadam, namun semua itu tidak menyurutkan semangat kami.
Kami tetap melanjutkan perjalanan, dan berhenti di salah satu tujuan utama wisatawan, yaitu Wisata Kuliner Gunung Wilis, disini suasananya sangat asyik, membuat kami betah untuk berlama-lama disini, selain wisata kuliner ternyata pengelola wisata kuliner ini adalah anak-anak sekolah SMK, SMK Putra Wilis dengan jurusan Pengolahan Hasil Pertanian, Semua dari tangan - tangan terampil siswa siswi SMK tersebut, Mereka semua sangat ramah dan membuat kami senang disini.
Lepas penat kami, kami melanjutkan perjalanan ke telaga aqua, untuk perjalanan ke telaga aqua kami semua gunakan motor karena lebih dari 1km dari wisata kuliner, perjalananyapun ekstrim, melewati batu-batu yang licin karena air hujan, namun ketika sampai ditempat semua terbayar dengan sulitnya jalur ini, kami menikmati air segar di telaga ini, konon katanya telaga aqua ini bisa untuk terapi penyakit, seperti stroke dan penyakit lain, banyak orang yang sembuh setelah mencoba terapi mandi di air ini.
setelah menikmati pemandian ini, kami bergegas untuk kembali pulang sebelum menjelang petang disana, kami dan team Jejak Rider Kartini Tulungagung Pun langsung kembali ke tempat WIsata Kuliner untuk mengambil peralatan kami yang kami tinggal dan bergegas pulang, selama dalam perjalanan kami semua mempraktikan isyarat touring dan mengutamakan safety riding, juga kenyamanan pengendara lain.
Semoga kegiatan ini menginspirasi untuk teman-teman lain untuk mengikuti kegiatan - kegiatan Project dari Paguyuban Honda Tulungagung untuk semakin solid dan eksis....