Friday, March 1, 2019

Dilantiknya Ketua PHT 2019, Dipermasalahkan!!!

PHTulungagung, PILKADAL 2019 telah usai, seperti yang sudah dilihat berjalanya pengurus didalam 2 Bulan ini yaitu Januari dan Februari memang sungguh kontroversial, Yoga Setyawan Rarasto kembali terpilih dengan suara terbanyak pertama berlanjut dengan RANU HGT Honda GL Tulungagung yang telah sah menjadi Ketua dan Wakil dari Paguyuban Honda Tulungagung selama 2 tahun kedepan 2019 - 2021, namun keputusan suara terbanyak ini juga masih menimbulkan kontroversi bagi anggota, utamanya ditahun ini banyak club yang memang mendapatkan skors dari Paguyuban Honda Tulungagung.

Meski system PILKADAL 2019 ini telah jauh berbeda di periode-periode sebelumnya, bahkan PILKADAL 2019 ini yang dikonsep agar semua member yang tergabung datang dan langsung memilih jagoan untuk memimpin organisasi Paguyuban Honda Tulungagung "PHTulungagung" mereka bisa memilih langsung tidak seperti tahun tahun kemarin yang hanya diwakilkan kepada perwakilan club saja, ditahun 2018 kemarin semua member bisa memilih sesuai dengan keyakinan pribadi.

Satu yang menarik, bahwa PILKADAL kali ini Ketua terpilih yaitu Yoga Setyawan yang dulunya tergabung didalam Megapro Owner Club Tulungagung atau yang akrab disebut MOCTA, tahun ini dikabarkan Yoga Tidak lagi menjadi Anggota MOCTA, usut punya usut Yoga Sengaja untuk mengundurkan diri sebagai wujud protes terhadap clubnya, "Saya memang sudah melayangkan Surat Pengunduran diri sebagaii member MOCTA, kepada Ketua maupun Pengurusnya, namun sampai saat inipun status saya belum jelas sudah keluar atau belum, karena dari penguruspun tidak merelakan saya keluar", terang Yoga Setyawan saat kami wawancarai didalam acara ngopi bersama.

Lutfi Wahyudi Selaku Penasehat serta Pendiri Paguyuban Honda Tulungagungpun angkat bicara tentang permasalahan lolosnya Yoga didalam pemilihan Ketua periode 2019 - 2021 ini, "Saya tetap mencalonkan Yoga Sebagai Ketua, itupun dari MOCTA karena kapasitas saya pada Club MOCTA, Pengurus MOCTA pun tidak menyetujui Yoga Keluar, Memang Yoga Mengajukan pengunduran diri itupun bukan karena ada masalah dengan anggota club MOCTA, setahu saya Yoga Mengundurkan diri hanya karena menuntut Club MOCTA untuk aktif didalam PHT, dia hanya protes saja karena dua tahun lalu keaktifan MOCTA didalam PHT juga kembang kempis, Yoga Merasa Sungkan ketika menggembar gemborkan keaktifan club didalam PHT, tetapi Club yang menaunginya tidak aktif, murni itu hanya wujud protes saja," Terang Lutfi Wahyudi.

Pada intinya Status Yoga Setyawan memang dipertanyakan bahkan bisa dijadikan masalah karena pada aturan PHT sudah jelas tersirat bahwasanya Ketua atau pengurus PHT adalah bagian dari Club anggota, bisa menjadi masalah karena ditahun ini dari 18 Club Anggota PHT menjadi 14 Anggota Club, pasalnya beberapa club memang secara tidak langsung mengundurkan diri karena ketidak aktifanya didalam PHT, Bagaimana cerita selanjutnya dan bagaimana solusi yang dianggap masalah ini, Pantau terus Time line Kami
#phtulungagung
Follow juga Instagram @phtulungagung
Pantau terus Time Line Paguyuban Honda Tulungagung


Follow IG @phtulungagung
Akun Official Kami : 

Official Patner Kami :
IG @motomideo #motomideo


1 comments:

Comments